Dipetiknya luka riwayat
Yang tersayat dawai waktu
Nyeri jemari merambat
Ke pembuluh saraf
Kerjap lampu merkuri
Merupa langkah pria sepanjang jalan
gejolak binal tersingkap
dibalik relung-relung nestapa
dihirupnya, diresapinya, dirasanya
suara malam menjadi butir syair pilu
guratan nada kian membuncah
larungkan jiwa ke harmoni sunyi
nyeri terus merambat
ke saraf-saraf dengan perih di ulu hati
tak ada kawan tak ada lawan tak ada kasih
hanya nada untai harmoni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar