Tak menjadi persoalan apakah kamu mau membalasnya atau
tidak. Tapi setelah aku mengetahui bahwa keyakinan yang telah aku tanam itu
harus dipupuk, disiram dan dirawat. Seperti tanaman di pekarangan rumah yang
selalu ibu siram dan aku pun juga menyiramnya jika aku memang sedang ada di
rumah. Keteduhan itu memberikan sebuah pengharapan akan ketenangan dan
kedamaian.
Bukan, bukan seberapa banyak kamu menyiram dan memberi pupuk
pada tanaman, tapi konsistensi lah yang setiap perbuatan yang menjadi ukuran. Biar
sedikit tapi konsisten. Seperti mengingat Tuhan dan Ibu dan mendoakan kamu agar
selalu diberikan kesehatan. Setiap energi yang aku keluarkan pasti berbuah
kepastian. Ya suatu saat.
Kamu terlalu berharga di dalam dan menjadi bagian dari mimpi
senja. Kamu memang nyata dan terus hidup dalam mimpi.
Ibn
Ditemani Izzy, Kamu Nyata! Nobox Inifinity 29/08/13