Rabu, 07 Agustus 2013

Bayangan



Bayanganmu terekam pada permukaan piring, pada dinding
Pada langit, awan, ah ke mana pun aku berpaling;
Dan di atas atap rumah angin pun bangkit berdesir
Menyampaikan bisikmu dalam dunia penuh bisik.

 Masihkah dinihari Januari yang renyai
Suatu tempat bagi tanganku membelai?
Telah habis segala kata namun tak terucapkan
Rindu yang berupa suatu kebenaran.
 
Bayangan, ah bayanganmu yang menagih selalu
Tidakkah segalanya sudah kusampaikan demi Waktu?
Tahun-tahun pun akan sepi berlalu, kutahu
Karena dunia resah kan diam membisu*

*Nukilan puisi Ajip Rosidi.

Mohon maaf lahir batin! Aku pun banyak mengingat tentang orangtua dan saudara yang sudah lama meninggalkan kami, begitu juga dengan kamu yang selalu dalam kenang dalam bayang. Allahumma Innaka 'Afuwwun Karim Tuhibb al 'Afwa Fa'fu Anna ya Kariim. 

Ibn
Al-Hidayah, 07/08/13


Tidak ada komentar:

Posting Komentar