Sabtu, 22 Juni 2013

Meringkus Marah



Salamku pada senja kali ini
Kopi yang kuseduh ini begitu cepat dingin
Menyiratkan kasih yang terjalin juga begitu cepat dingin
Sedangkan amarah semakin memanas
Akibat kebijakan menyiksa sang pemangku amanah
Aku, Kamu, Ibu dan Tuhan
Semoga semuanya masih saling mendoakan
Sementara Tuhan akan selalu memberikan kasih sayang-Nya

Menyesakkan memang dengan segala putusan
Harga barang- barang kebutuhan semakin naik
Sementara gaji tidak pernah naik
Likulli sobbarin syakur
Memang itulah seharusnya
Dan aku masih berharap semoga segala nikmat selalu bermanfaat
Dalam cahaya senja yang hikmat
 
***

Tak ada kabar dari kamu, sementara aku selalu menunggumu
Fi kulli lamhatin wanafasin
Di antara solat kamu selalu berkelebat
Bersama bayang-bayang almarhum dan almarhumah
Sejenak memadamkan segala amarah terhadap pemerintah
Melupakan susah dalam memenuhi kebutuhan hidup

Hujan memang sudah tak turun
Menjentikan derainya
dengan tabah
Juga pasrah
Meneduhkan segala amarah

Aku masih berusaha tabah
Sambil menjemput Sya’ban wa Nisf
Doa itu akan selalu kembali
Meminta harapan Ilahi
Saat menjelang malam
Menjadikan temaram tenteram
Dan amarah pun teredam.

*ibn
NOBOX Kp Utan, Dream Theater, 22/06/13




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar