Selasa, 28 Mei 2013

Catatan Kecil Untukmu



Sedikit saja, senja kali ini memang tidak seranum sebelumnya. Sabtu kelabu memulai hari ini dengan sendu. Meskipun begitu aku masih juga mendengar suaramu dari balik surau. Suara serak payau memanggil-manggil tukang es goyang yang senang berdendang. Bagiku alangkah menyenangkan bisa makan es goyang bersama, ya sore ini, senja ini. Sejenak kita lupakan kesibukan, dan kita diam bersembunyi di balik bukit dan tak memedulikan proses waktu. Kita duduk tertawa, dan wajah kita semakin merona diterpa senja.

Kita pernah dipisahkan oleh waktu, jarak, dan tempat yang sempat membuat kita saling melupa. Dengan kesibukan yang menjerat leher kita serta hiruk pikuk perkotaan telah melemahkan ingatan masing-masing dari kita. Namun saat malam senyam aku merasa kesepian, aku kembali membuka sebuah catatan dan menuliskannya kembali untukmu. 

Hey kamu ternyata masih suka juga membaca catatan kecil yang aku tuliskan pada dinding dingin itu. Catatanku itu bukanlah hal penting yang dapat membuat hidupmu lebih baik, begitu juga denganku. Mestinya kamu membaca berita atau cerita lain yang menyenangkan dan membuatmu bahagia. Aku pun tak mengerti mengapa aku menulis catatan kecil itu. Tapi setidaknya catatan itu menyimpan sepotong ingatan. Ya, ingatan, entah kapan jika aku lupa dan sejenak ingin mengingat, akan aku buka dan baca kembali tiap ayat-ayatnya.

Aku sedikit merasa aneh dengan sikapmu, tapi tidak apa-apa.

 Sekarang kamu semakin giat mencari catatan-catatan kecil yang aku buat. Kamu tidak pernah berhenti mencarinya, di lorong gelap, gang sempit yang dihimpit gedung, terowongan jalan tol, atau pada sisa tembok bangunan tergusur. Meskipun begitu aku cukup senang, rasa ingin tahumu terhadapku kembali muncul. Terimalah keadaanku ini dengan banyak kekurangan. Kita akan kemballi mengulang kisah lama yang telah sirna dihapus malam.

Kita akan menulis bersama lembaran-lembaran baru pada tiap carik kertas. Lalu kita susun tiap halaman dan lembaran lain pada tiap kenangan. Mungkin kelak akan menjadi sebuah portofolio yang menyebalkan sekaligus menyenangkan. Gambaran kenangan, umpatan, cacian, makian, pujian, serta tangis kasih sayang yang telah kita tuliskan semoga menjadi ikatan keabadian.

salam senja dan salam sayang :)



*ibn
Ruang Temu, berkawan alunan Norah Jones dan Leslie Feist (One Evening), 25/05/13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar