Kamis, 16 Mei 2013

Satu Indonesia dalam Satu Hari Sajian Mahakarya


Perjalanan eksotisku bersama kawan-kawan dari berbagai daerah di tanah air memberikan kesan yang mendalam pada tiap detil destinasi yang kami kunjungi. Hmm acara yang di sponsori oleh produsen rokok ternama ini bernama Jelajah Mahakarya Indonesia (JMI). Sebuah momen keberuntunganku menjadi salah satu pemenang dalam acara kali ini. Bagaimana tidak, dari sekitar 160 ribuan orang yang terpilih hanya 36 orang dari penjuru Indonesia. 

Senin 29/4 aku berangkat menuju bandara Internasional Soekarno-Hatta, disana aku bertemu kawan-kawan dari Bandung dan beberapa orang dari Jakarta untuk bertolak ke Yogyakarta. Perjalanan dimulai, pesawat kami lepas landas pukul 09.00 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 10.10 WIB. Sesampainya di sana kami disambut oleh panitia JMI dan berkumpul di Hotel Sheraton Mustika. Ternyata semua peserta dari penjuru daerah di  tanah air sudah tiba lebih dahulu dan kami adalah rombongan yang terakhir.

Meskipun Yogyakarta kota yang sudah aku kunjungi beberapa kali tapi pada momen kali ini sangat berbeda. Perjalanan dari Sheraton Mustika menuju Retro Classic Cycle (RCC) sangat eksklusif dengan kawalan Patwal. Wah seperti pejabat saja yang selalu dikawal! Tiba di tempat, terdapat hal yang menarik di sana. RCC merupakan komunitas yang mengangkat budaya motor custom sebagai bagian dari Mahakarya Indonesia Kontemporer. 

Ada benarnya juga sih menurut mas Lulut Puspo Wibowo, kustom menjadi bagian budaya baru yang berkembang di Indonesia. Sebagian besar pemilik kendaraan bermotor di Indonesia pasti akan mengubah atau memodifikasi kendaraannya. Bermula hanya dari pemasangan stiker hingga perombakan besar secara keseluruhan. Intinya tampilan kendaraan yang dimiliki bukan lagi standar keluaran pabrik.

Nah dari hobi suka comot sana sini, mas Lulut sebagai pendiri RCC menceritakan soal keberadaan RCC ketika menghadiri kontes custom Harley Davidson bertitel Cool Breaker di Yokohama Jepang. Kontes kustom ini sangat bergengsi dan RCC menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara. 

Motor bemesin dari Harley Davidson Sportster 1200 cc lansiran 2007 menjadi sebuah mahakarya anak bangsa. Lulut menciptakan sebuah motor yang diilhami dari Kereta Kencana milik Keratonan Yogyakarta. Hebatnya lagi HD ini memiliki sebuah nama yang unik dan mengangkat budaya Indonesia. Motif batik menghiasi pada setiap detil motor ini dan beberapa motif lain yang ia comot dari relief candi di Borobudur dan Prambanan.  Menurutnya pattern yang menghiasi motornya itu belum pernah ada yang menggunakan, dan menjadi simbol kebudayaan Indonesia. Kyai Prakoso adalah nama motor karya RCC yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Hmm pokoknya motor besar rasa Jawa bersaing dengan dunia!!!    
  
Setelah penjelasan yang panjang lebar mengenai kehebatan “Kyai Prakoso” usai, kami langsung diajak untuk melihat proses pembuatan motor kustom dan bereksperimen dalam tiap workshopnya. Memang dalam menciptakan sebuah mahakarya tidaklah mudah. Ada hal mendasar yang perlu kita ketahui yaitu, alasan membuat suatu mahakarya itu apa? Kalau hanya untuk sekadar iseng-isengan saja ya nggak bakalan jadi. Ide-ide kreatif bisa bermunculan dari mana saja, kalau sudah menemukan alasan yang jelas baru lah sebuah orisinalitas karya kita bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Memang pembuatan sebuah mahakarya tidaklah mudah, harus melewati berbagai macam tahapan. Perjumpaan sore itu berakhir, mas Lulut pun sebenarnya memepersilahkan bagi kawan-kawan yang ingin kembali main-main ke sini, Monggo!

Setelah asik melihat-lihat dan ikut workshopnya, tak disangka motor-motor besar seperti HD, Ducati Monster dan BSA sudah menunggu dan sudah siap mengantarkan kami menuju destinasi selanjutnya, Candi Prambanan. Brmm, Brmm mesin-mesin motor berderu dan meluncurlah.

Warisan Mahakarya 

Mengunjungi warisan budaya dunia yang satu ini memang membuat kita bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Tiba di kompleks candi siluet senja menyemburat dari balik megahnya bangunan ini, dan sudah tahulah kami pun berfoto-foto. 

Sebenarnya aku tak ingin menjelaskan secara detil mengenai candi ini, tapi yang pasti dengan adanya monumen besejarah ini telah memberikan banyak inspirasi atas mahakarya yang telah tersaji berabad-abad lamanya. 

Hmmm maghrib pun tiba, selasar candi prambanan menjadi area persembahan hiburan bagi para pemenang JMI. Malam itu begitu indah, kami menikmati makan malam ala keraton Yogyakarta, diiringi suguhan oleh Sheila On 7 dengan backstage candi Prambanan. Terima kasih Tuhan Perjalanan hari ini telah usai. Dan sebuah mahakarya adalah hasil olah daya rasa, cipta, dan karsa, maka berbanggalah nikmatilah dan cintailah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar